Rabu, 26 Februari 2014

KOLONIALISME BARAT KE DUNIA ISLAM, DAN USAHA KEMERDEKAAN NEGARA ISLAM

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita haturkan ke hadirat Allah Swt, yang telah membulak-balikan hati manusia, mejadikan bergantinya siang dan malam, gelap menjadi terang, kesempitan menjadi kelapangan, kesulitan menjadi kemudahan. Wujud kasih sayang-Nya menjadikan manusia mendapat derajat paling yang Mulia, menaikan harkat, martabat dan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu lebih tinggi dihadapan makhluk lain yang tentunya mereka yang tidak punya kemauan dalam meningkatkan kualitas keimanan dengan sebenar-benarnya meuntut ilmu yang telah di wajibkan oleh Allah swt.
Shalawat serta salam terlimpah curahkan teruntuk jungjunan kita yang tercinta, yang memiliki kemuliaan dan keluhuran budi, menjadi uswah bagi segenap insan yang hidup di muka bumi ini, yang memberikan kabar gembira, memberi peringatan, menjadi rahmat bagi semesta alam serta yang memberikan syafaat di akhirat kelak. Kepada keluaga, sahabatnya, tabi’in itbauttabi’in dan mudah sampai kepada kita sebagai umatnya. Amin.
Alhamdulillah makalah yang kami beri judul  Kolonialisme Barat ke Dunia Islam, dan Usaha Kemerdekaan Negara Islam   dengan segala keterbatsannya telah kami buat sebagai tugas dari mata kuliah Sejarah Peradaban Islam. Mudah- mudahan bisa memberikan manfaat khususnya bagi yang menyusunnya dan umumnya bagi siapa saja yang membacanya. Penulis sangat berharap kritik, koreksi, saran dan apa saja yang dapat memotivasi guna peningakatan kualiatas dan mutu makalah ini sangat kami harapkan dan tunggu.
           
Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehinggat dapat terwujudnya makalah ini, terutama kami ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kapada guru kami yang tercinta Ust. Wahyudi KS. M.Pd yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada kami mudah-mudahan Allah membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda.
                                                                       
             
Nasrullah Djaelani
NIM: B.1301260




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR …………………………………………………………………… i
DAFATAR ISI ………………………………………………………………………….ii
BAB I  : PENDAHULUAN …………………………………………………………….1
A.     Latar Belakang Masalah ……………………………………………………….1
B.     Rumusan Masalah ……………………………………………………………...2
C.     Tujuan ………………………………………………………………………….2
BAB II : PEMBAHASAN
 “Kolonialisme Barat ke Dunia Islam, dan Usaha Kemerdekaan Negara-negara Islam”

1.      KOLONIALISME ………………………………………………………………3
2.      DUNIA BARAT DAN PERADAN ISLAM  ………………………………….4
3.      KOLONIALISME BARAT  KE  DUNIA ISLAM …………………………….5
4.      USAHA KEMERDEKAAN NEGARA ISLAM            .............................................7
5.      DAMPAK KOLONIALISME TERHADAP NEGARA ISLAM ……………...8

BAB II : KESIMPULAN  ……………………………………………………………….9
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………..11

 BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Bealakang Maslah
Penomena sejarah yang terjadi khususnya pada dunia Islam mengalami lika-liku yang sangat panjang sekali, baik buruknya telah dilalui sesuai dengan jaman yang berjalan dan silih berganti dari generasi ke genarasi, waktu ke waktu. Dari masa keemasan sampai pada masa-masa kehancuran. Masa keemasan peradaban Islam yang dimulai pada pase nabi Muhammad SAW, pase khulafur-rasyidin, bani absyiyah, Umayyah sampai pada puncak kejayaannya pada pase kekhalifahan turki Usmani.
Dalam buaian dan godaan kegermalapan dan kemajuan peradaban Islam tersebut ternyata mejadikan umat Islam mejadi lalai dan lupa, bahwa dalam kelangahan tersebut musuh-musuh Islam yang diusung oleh barat telah siap-siap untuk mencengkram dan menacapkan kuku kebenciannya yang akhirnya pada puncaknya mereka dapat memporak porandakan semua peradaban negara-negara Islam.
Kolonialisme Barat mencengkram sangat kokoh sekali sehingga sampai detik ini, meskipun ada upaya-upaya Negara Islam untuk bangkit, namun terkesan lamban dan tidak secara totalitas, secara fisik tidak bersinggungan langsung, tetapi system ideology, social, politik tertancap terus sangat kuat.
 Kolonialisme barat terhadap dunia Islan muncul disebabkan beberapa paktor, paktor tersebut diantaranya adalah, paska kekalahan umat Islam pada perang salib, munculnya repolusi industry di Ingris dan paling mempengaruhi disebabkan dengan melemahnya persatuan negara-negara Islam pasca dinasti Abasyiyah ditaklukan oleh tentara mongol di bawah komando Jendral Holagu Khan.
Setelah pengalami pase-pase keterpurukan akibat kolialisme barat terhadap Negara-negara Islam, pada kahirnya reaksi-reaksi perubahan dan perlawanan terhadap bentuk kolonialisme ini mulai bermuculan dari Negara-nagara Islam. Mereka seperti gayug bersambut, satu-satu persatu Negara-negara Islam melepaskan diri dari belenggu nominasi dunia barat. Penderitaan dan keterpurukan inilah rupanya yang menjadi bibit kekuatan yang besar dalam melawan kolonialisme ini. Pada puncak kulminasinya negara berpenduduk mayoritas Muslim memproklamasikan kemerdekaan.  

B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Kapan munculnya kolonialisme
2.      Bagaimana kondisi dunia Islam sebelum terjadiya kolonialisme Barat
3.      Bagaimana kondisi Negara Islam pasca terjadinya kolonialisme Barat
4.      Bagaimana penyebab-penyebab terjadinya kolonialisme
5.      Kapan munculnya kemeredekaan Negara-negara Islam

C.    Tujuan
Dari rumusan masalah di atas, dapat ditarik tujuan sebagai berikut :
1.      Mengetahui waktu kapan kemunculan kolonialisme
2.      Mengetahui kondisi dunia Islam sebelum mengalami penjajahan dari Negara-nagara Barat (eropa)
3.      Mengetahui epek-epek yang terjadi pasca terjadinya kolonialisme/penjajahan yang dilancarkan oleh Negara-negara Barat terhadap Negara-negara Islam
4.      Mengetahui penyeba-penyebab terjadinya kolonialisme
5.      Mengetahui kemunculan / era Islam dalam melawan bentuk-bentuk kolonialisme yang dilancarkan oleh dunia barat (eropa)








BAB II
PEMBAHASAN

1.                  KOLONIALISME DAN LATAR BELAKANGNYA
Kolonialisme adalah paham dan praktek penjajahan’ penguasaan oleh suatu negara atas negera yang lain dengan maksud untuk memperluas negara. Pada umumnya kolonialisme ini bertujuan untuk mencapai dominasi ekonomi atas sumber daya manusia dan perdagangan disuatu wilayah, biasanya yang mereka tuju adalah Negara-negara yang kaya akan bahan mentah untuk keperluan Negaranya
.
a.      Macam-macam Kolonialisme
Secara teori, kolonialisme  bisa dibagi kepada beberapa macam dianataranya :
1.                  Kilonialisme domisili yaitu penduduk suatu Negara menduduki daerah
koloni (asimilasi pendudukan)
2.                  Koloniaisme lebensraum yaitu terjadi ledakan penduduk di Negara induk,
sehingga sejumlah orang mencari ruang hidup di wilayah baru.
3.                  Kolonialisme deportasi yaitu daerah koloni digunakan untuk menempatkan
tahanan politik.
4.                  Kolonialisme skaploitasi yaitu daerah koloni dieksploitasi sumber daya
            alam dan sumber daya  manusianya untuk keuntungan financial
5.                  Kolonialisme defense yaitu, daerah koloni berupa pulau-pulau untuk
kepentingan pertahanan.
6.                  Kolonilaisme netral yaitu pendudukan suatu wilayah untuk tempat tinggal
tanpa ada presentase lain.
Kolonialisme  mulai berkembang sekitar abad ke-15 yang diawali dengan adanya gejala pembaruan di Eropa di bidang ekonomi, politik, sosial, maupun budaya dalam bentuk gerakan Renaisans dan Humanisme yang berpikiran maju.



2.                  DUNIA BARAT DAN PERADABAN ISLAM
Sekitar abad VII samapi X masehi, Islam mengalami perkembangan yang sangat pesat. Meliputi wilayah yang luas, menguasai ilmu pengetahuan, perdaban dan kebudayaan yang maju berdimensi rahmatan lil alamin. Kejayaan Islam ini merupakan hasil perjuangan yang dirintis  dan dipelopori oleh Rasulullah saw, beserta para sahabatnya. Kemudian diteruskan oleh khulapaur Ryasyidin, dinasti Umayyah, dinasti Abasyiyah.
Fakta membuktikan hasil dari kesungguhan dari penerus khualafur Rasyidin telah berhasil menyebarkan Islam sampai ke Eropa. Islam menjadi sumber cahaya terang menderang ketika Eropa diliputi abad kegelapan. Islam pernah bersinar sebagai peradaban yang paling maju di dunia, ketika dakwah bersatu dengan pengetahuan dan kedamaian.
Eropa dan Islam. Mereka pernah mejadi pasangan yang serasi. Peradaban Islamlah yang memperkenalkan Eropa pada Aristoteles. Plato dan Socrates, serta akhirnya meniupkan angin renaissance bagi kemajuan Eropa saat ini. Cordoba, ibu kota kekhalifahan Islam di Sepanyol, pernah mejadi pusat peradaban pengetahuan dunia, yang membuat Paris dan London beriri hati.
Puluhan penulis Barat mengakui peranan peradaban Islam dalam peradaban manusia, Amelie Sedillot (1808-1875), seorang ahli astronomi terkenal dari Perancis. Dia mengatakan, “ keberadaan pemikiran Islam telah berperan dalam berbagai perjalanan sejarah, baik itu pada masa-masa peperangan pertama ataupun pada masa Perang Salib. Kita berutang kepada kaum Muslimin dan media ilmu pengetahuan. Sedangkan kita sengaja melupakan kelebihan kaum Muslimin dan tidak mau mengakui bahwa mereka mempunyai perdaban yang banyak mempengaruhi peradaban modern. Perjalanan waktu, menganalisa dan membenarkan hal itu. Tidak dapat dipungkiri bahwa kaum Muslimin dan masyarakat Arab adalah guru bangsa Eropa di berbagai cabang ilmu pengetahuan.
Monseur O’leary mengatakan, “seandainya kaum Muslimin dan masyarakat Arab dihilangkan dari sejarah, niscaya kebangkitan Eropa akan mengalami kemunduran tiga sampai Sembilan abad. Hingga akhir ke – 18, buku-buku karangan Ibnu Sina masih dikaji di Universitas Montepellier di Prancis.”
Max Mayerhof (1874-1945) mengatakan, “kaum Muslimin dan masyarakat Arab lebih terhormat pengabdiannya dlam melakukan penelitian dan melahirkan teori. Inilah ilmu pengetahuan yang nampak kepada kita sebagai keagungan kreativitas Islam. Kalau bukan kaum Muslimin, niscaya Trigonometri tidak akan mencapai kemajuan seperti sekarang ini.”
Bernard Louis pung mengatakan, “ Eropa telah membawa agama campuran yang dipersembahkan kepada kaum Muslimin dan masyarakat Arab. Mereka telah menghafal dan mengembangkan peninggalan-peninggalan pemikiran dan ilmu pengetahuan yang diwarisi oleh orang-orang Yunani. Dari kaum Muslimin dan masyarakat Arab pula orang-orang Eropa belajar metode penelitian, yaitu metode yang mengarah kepada penelitian mandiri dan juga eksperimen sebelum mengguakan rasio.”

3.                  KOLONIALISME BARAT KE DUNIA ISLAM
Masa-masa kejayaan Islam yang telah berjalan beberapa abad lamanya, akhirnya mengalami kemunduran hal ini merupakan sebuah bukti  kebenaran Allah dalam firmannya yang artinya “ Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun ( pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dimana ( kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) Syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang Dzalim. (Q.S. Ali ‘Imran (3): 140).
Berbagai krisis yang melanda dunia Islam, gejala-gejalanya telah Nampak sejak abad XI Masehi. Salah satu factor penyebab kemunduran dunia Islam adalah pola kolonialisme yang dilakukan oleh Negara-negara barat sebagai wujud dari balasan dari rasa sakit hati yang selama ini mereka alami terutama pada saat Islam berada pada pase keemasan, dimana saat itu Islamlah sebagai pusat pengendali berbagai peradaban.
Dunia Islam ditimur tengah yang diwakili dinasti Abbasyiyah mengalami Invasi dari tentara Mongol setelah keadaannya lemah. Invasi tersebut di bawah komando Jendral Holagu Khan. Pasukan tersebut memporak porandakan kota seluruh Baghdad termasuk perpustakaan yang ada. Dengan perangai Bar-bar, pasukan tersebut merajah kekayaan, membunuh masal, dan membakar buku-buku yang syarat ilmu pengetahuan. Dinasti Umaiyah Andalusia di Cordova pun mengalami nasib yang sama. 
Potret kemunduran dunia Islam semakin diperparah dengan adanya perang salib (the crusade ) perang salib merupakan perang pasukan tentara Islam dengan pasukan tentara salib dieropa. Perang ini terjadi hamper dua setengah abad lamanya. Motif peperangan tersebut adalah membebaskan Yerusalem dari kekuasaan Islam Bani Saljuk, Turki Usmani. Pemicu perang itu sendiri adalah adanya isu The Holy sepulcher akan dibakar oleh umat Islam. Ditambah isu yang dibawa Peter Amiens bahwa para peziarah Kristen atau Nasrani di Yerusalem banyak diganggu oleh Umat Islam.
Pola kolonialisme barat yang semakin mencengkram berikutnya adalah bidang social politik dan keagmaan. Kaum Nasrani sepanyol dan tentara Mongol sangat berperilaku bar-bar. Pusat-pusat ilmu pengethuan berupa perpustakaan maupun lembaga-lembaga pendidikan mereka porak-porandakan dan dibakar sampai punah. Pada masa-masa seperti itu dunia Islam tidak dapat melahirkan pemikir-pemikir yang kritis. Cordoba dan Baghdad yang semula menjadi pusat peradaban dan ilmu pengetahuan mejadi kota mati. Sedikit demi sedikit ilmu pengetahuan beralih ke kota-kota besar di Eropa.     
Para kolonialis Barat mengkalim dirinya sebagai pemangku kehormatan dan ilmu pengetahuan dengan semua itu. Yang ada hanyalah kolonialisme. Sebagai mana yang dikatakan oleh wellvangestone dalam sebuah bukunya, “ sesunguhnya akhir dari eksplorasi geografis ini adalah awal dari langkah kristenisasi. Karena sebenarnya, yang berdiri di belakang ekspedisi ini adalah misionaris”.
Yang jelas, para penjelajah dari Barat (Portugal dan Sepanyol) tersebut adalah sebagai pemantau bagi gerakan pengepungan, yang dimuali oleh kolonialisme Barat setelah mengusir kaum Muslimin dan bangsa Arab dari sepanyol. Semuanya itu berutujuan nuntuk mengepung dan mengusai dunia Islam dari belakang. 


4.                  USAHA KEMERDEKAAN NEGARA ISLAM
Munculnya gagasan nasionalisme yang diikuti dengan berdirinya partai-partai politik merupakan modal utam umat Islam dalam perjuangannya untuk mewujudkan negara merdeka. Dalam kenyataannya, partai-partai itulah yang berjuang melepaskan diri dari kekuasaan penjajah. Perjuangan tersebut terwujud dalam beberapa bentuk kegiatan antara lain 
a. gerakan politik, baik dalam bentuk diplomasi maupun perjuangan bersenjata
b. pendidikan dan propaganda dalam rangka mempersiapkan masyarakat   
    menyambut  dan mengisi kemerdekaan.
Negara berpenduduk mayoritas Muslim yang pertama memproklamasikan kemerdekaan adalah Indonesia, yaitu tanggal 17 Agustus tahun 1945 M. Disusul oleh Pakistan tanggal 15 Agustus 1947, ketika Ingrris menyerahkan kedaulatannya di India kepada dua Dewan Konstitusi. Satu untuk India dan satunya untuk Pakistan.Tahun 1922, Timur Tengah (Mesir) memperoleh kemerdekaan dari Ingris, namun pada tanggal 23 Juli 1952, Mesir menganggap dirinya benar-benar merdeka. Pada tahun 1951, di Afrika tepatnya Libya merdeka, Sudan dan Maroko tahun 1956, al-Jazair tahun 1962,  semuanya membebaskan diri dari Prancis. Dalam waktu yang hampir bersamaan, Yaman Utara, Yaman Selatan, dan Emirat Arab memperoleh kemerdekaan pula. Di Asia tenggara Malaysia, yang saat itu termasuk Singapura mendapat kemerdekaan dari Ingris tahun 1957, dan Brunai Darusslam tahun 1984.
Demikianlah satu persatu negeri-negeri Islam memerdekakan diri dari penjajahan. Bahkan, beberapa diantaranya baru mendapat kemerdekaan pada tahun-tahun terakhir, seperti Negara Islam yang dulunya bersatu dalam Uni Soviet, yaitu Uzbekistan, Turkmenia, Kirghistan, kazakhtan, Tasjikistan dan Azerbaijan pada tahun 1992 dan Bosnia memerdekakan diri pada tahun 1992 (Yatim, 2003:187-189) 

1.                  DAMPAK KOLONIALISME TERHADAP NEGARA ISLAM
Negara-negara yang pernah dijajah kolonialisme barat hampir memiliki kesamaan dan kondisi masyarakat yang terkooptasi westernisasi. Ini adalah kontrakdiksi yang hanya didominasi oleh sebuah kecurigaan yang sifatnya politis-ideologis, dimana barat selalu mengklaim dirinya sebagai sebuah peradaban yang superior, sementara timur dianggap sebagai inferior. Peredaban timur yang mengalami kolonialisme barat, cenderung mempunyai beban psikologi untuk selalu “ Curiga” terhadap segala hal yang berbau barat.
Kecurigaan ini bukan dalam pengertian yang sesungguhnya, sehingga kesadaran yang timbul adalah adopsi bawah sadar. Dominasi kesadaran tersebut dapat dipersempit lagi dengan menyederhanakan kolonialisme sebagai suatu proyek moderniasasi peradaban. Peradaban barat memunculkan permasalahan yang paling puritan dan krusial peradaban timur khususnya Islam, yaitu :
Berupa problem dengan munculnya sepiritualitas baru yang cenderung berbeda dengan peradaban timur yang berupa kesadaran kognitif oleh barat melalui penciptaan citra timur secara negative.
Tahapan selanjutnya, kolonialisme ini memunculkan perubahan tatanan dalam masyarakat timur yang cenderung berpola dalam bentuk dominasi baru, yaitu kesadaran yang didominasi barat atas timur. Mereka secara perlahan menanamkan sebuah kehidupan yang lebih baik dalam bentuk kesadaran mayarakat modern dengan representasi  masyarakat Eropa modern.    
Kolonialisme yang diterapkan oleh Barat terutama di Negara-negara Islam, pada hakikatnya adalah ingin menancapkan kuku-kuku keserakahan yang diwujudkan dengan menanamkan ideologi-ideologi yang betentangan dengan daerah jajahanya. Hal ini jelas Islam sangat menentang keras pola-pola kolonialisme yang menjadi ciri dan kebanggaan bangsa Barat, terutama paca perang salib.





BAB II
KESIMPULAN
1.      Kolonialisme adalah paham dan praktek penjajahan’ penguasaan oleh suatu negara atas negera yang lain dengan maksud untuk memperluas negara.
2.      Kolonialisme  mulai berkembang sekitar abad ke-15 yang diawali dengan adanya gejala pembaruan di Eropa di bidang ekonomi, politik, sosial, maupun budaya dalam bentuk gerakan Renaisans dan Humanisme yang berpikiran maju.
3.      Eropa dan Islam. Mereka pernah mejadi pasangan yang serasi. Peradaban Islamlah yang memperkenalkan Eropa pada Aristoteles. Plato dan Socrates, serta akhirnya meniupkan angin renaissance bagi kemajuan Eropa saat ini. Cordoba, ibu kota kekhalifahan Islam di Sepanyol, pernah mejadi pusat peradaban pengetahuan dunia, yang membuat Paris dan London beriri hati.
4.      Dari kaum Muslimin dan masyarakat Arab orang-orang Eropa belajar metode penelitian, yaitu metode yang mengarah kepada penelitian mandiri dan juga eksperimen sebelum mengguakan rasio.”
5.      Para penjelajah dari Barat (Portugal dan Sepanyol) adalah sebagai pemantau bagi gerakan pengepungan, yang dimulai oleh kolonialisme Barat setelah mengusir kaum Muslimin dan bangsa Arab dari sepanyol. Semuanya itu berutujuan nuntuk mengepung dan mengusai dunia Islam dari belakang.
6.      Negara berpenduduk mayoritas Muslim yang pertama memproklamasikan kemerdekaan adalah Indonesia, yaitu tanggal 17 Agustus tahun 1945 M. Disusul oleh Pakistan tanggal 15 Agustus 1947, ketika Ingrris menyerahkan kedaulatannya di India kepada dua Dewan Konstitusi. Satu untuk India dan satunya untuk Pakistan.Tahun 1922, Timur Tengah (Mesir) memperoleh kemerdekaan dari Ingris, namun pada tanggal 23 Juli 1952, Mesir menganggap dirinya benar-benar merdeka. Pada tahun 1951, di Afrika tepatnya Libya merdeka, Sudan dan Maroko tahun 1956, al-Jazair tahun 1962,  semuanya membebaskan diri dari Prancis. Dalam waktu yang hampir bersamaan, Yaman Utara, Yaman Selatan, dan Emirat Arab memperoleh kemerdekaan pula. Di Asia tenggara Malaysia, yang saat itu termasuk Singapura mendapat kemerdekaan dari Ingris tahun 1957, dan Brunai Darusslam tahun 1984.
7.      Kolonialisme yang diterapkan oleh Barat terutama di Negara-negara Islam, pada hakikatnya adalah ingin menancapkan kuku-kuku keserakahan yang diwujudkan dengan menanamkan ideologi-ideologi yang betentangan dengan daerah jajahanya. Hal ini jelas Islam sangat menentang keras pola-pola kolonialisme yang menjadi ciri dan kebanggaan bangsa Barat, terutama paca perang salib.






















DAFTAR PUSTAKA
1.      Kamus Besar Bahasa Indonesia Edis baru 2009
2.      Internet
3.      Rais Hanum  (99 Cahaya dilangit Eropa) perjalanan menapak Jejak Islam di Eropa.  Jakarta, 2011
4.      Al-Islam dan Kemuhammadiyahan kelas X semester 1. Jakart 15 April 2008
5.      Anwar Al-Jundi (Menjawab Tuduhan Musuh-musuh Islam) Jakarta, 16 April 2009



Senin, 24 Februari 2014

Bukan Batasan
Paktor penghambat kemajuan seseorang salah satunya adalah adanya rasa minder. Minder disini yang paling mendominasi adalah rasa merasa sudah tidak laya. Sebagian orang melihat ukuran usia bagaikan hantu yang selalu mengelayuti seseorang, sehingga mereka membatasi segala sesuatunya karena beralasan usia.
Dalam salah satu hadisnya Rasulullah memberikan sebuah isyarat bahwa usia bukanlah merupakan suatu batasan dalam melakukan hal-hal yang positif, terutama ketika dihadapkan kepada kewajiban mencari Ilmu "..... dari mulai dilahirkan sampai kepada dikuburkan".