KATA PENGANTAR
Puji syukur kita
haturkan ke hadirat Allah Swt, yang telah membulak-balikan hati manusia,
mejadikan bergantinya siang dan malam, gelap menjadi terang, kesempitan menjadi
kelapangan, kesulitan menjadi kemudahan. Wujud kasih sayang-Nya menjadikan
manusia mendapat derajat paling yang Mulia, menaikan harkat, martabat dan
derajat orang-orang yang beriman dan berilmu lebih tinggi dihadapan makhluk
lain yang tentunya mereka yang tidak punya kemauan dalam meningkatkan kualitas
keimanan dengan sebenar-benarnya meuntut ilmu yang telah di wajibkan oleh Allah
swt.
Shalawat serta salam
terlimpah curahkan teruntuk jungjunan kita yang tercinta, yang memiliki
kemuliaan dan keluhuran budi, menjadi uswah bagi segenap insan yang hidup di
muka bumi ini, yang memberikan kabar gembira, memberi peringatan, menjadi
rahmat bagi semesta alam serta yang memberikan syafaat di akhirat kelak. Kepada
keluaga, sahabatnya, tabi’in itbauttabi’in dan mudah sampai kepada kita sebagai
umatnya. Amin.
Alhamdulillah
makalah yang kami beri judul Kolonialisme Barat ke Dunia Islam, dan Usaha
Kemerdekaan Negara Islam dengan segala
keterbatsannya telah kami buat sebagai tugas dari mata kuliah Sejarah Peradaban
Islam. Mudah- mudahan bisa memberikan manfaat khususnya bagi yang menyusunnya
dan umumnya bagi siapa saja yang membacanya. Penulis sangat berharap kritik,
koreksi, saran dan apa saja yang dapat memotivasi guna peningakatan kualiatas
dan mutu makalah ini sangat kami harapkan dan tunggu.
Akhirnya kami mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu sehinggat dapat terwujudnya makalah ini,
terutama kami ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kapada guru kami
yang tercinta Ust. Wahyudi KS. M.Pd yang telah memberikan arahan dan bimbingan
kepada kami mudah-mudahan Allah membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda.
Nasrullah Djaelani
NIM: B.1301260
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR …………………………………………………………………… i
DAFATAR
ISI ………………………………………………………………………….ii
BAB
I : PENDAHULUAN …………………………………………………………….1
A. Latar Belakang Masalah
……………………………………………………….1
B. Rumusan Masalah
……………………………………………………………...2
C. Tujuan
………………………………………………………………………….2
BAB
II : PEMBAHASAN
“Kolonialisme Barat ke Dunia Islam, dan Usaha
Kemerdekaan Negara-negara Islam”
1. KOLONIALISME
………………………………………………………………3
2.
DUNIA
BARAT DAN PERADAN ISLAM ………………………………….4
3.
KOLONIALISME
BARAT KE
DUNIA ISLAM …………………………….5
4.
USAHA
KEMERDEKAAN NEGARA ISLAM .............................................7
5.
DAMPAK
KOLONIALISME TERHADAP NEGARA ISLAM ……………...8
BAB
II : KESIMPULAN ……………………………………………………………….9
DAFTAR
PUSTAKA …………………………………………………………………..11
PENDAHULUAN
A.
Latar
Bealakang Maslah
Penomena sejarah yang
terjadi khususnya pada dunia Islam mengalami lika-liku yang sangat panjang
sekali, baik buruknya telah dilalui sesuai dengan jaman yang berjalan dan silih
berganti dari generasi ke genarasi, waktu ke waktu. Dari masa keemasan sampai
pada masa-masa kehancuran. Masa keemasan peradaban Islam yang dimulai pada pase
nabi Muhammad SAW, pase khulafur-rasyidin, bani absyiyah, Umayyah sampai pada
puncak kejayaannya pada pase kekhalifahan turki Usmani.
Dalam buaian dan godaan
kegermalapan dan kemajuan peradaban Islam tersebut ternyata mejadikan umat
Islam mejadi lalai dan lupa, bahwa dalam kelangahan tersebut musuh-musuh Islam
yang diusung oleh barat telah siap-siap untuk mencengkram dan menacapkan kuku kebenciannya
yang akhirnya pada puncaknya mereka dapat memporak porandakan semua peradaban
negara-negara Islam.
Kolonialisme Barat
mencengkram sangat kokoh sekali sehingga sampai detik ini, meskipun ada
upaya-upaya Negara Islam untuk bangkit, namun terkesan lamban dan tidak secara
totalitas, secara fisik tidak bersinggungan langsung, tetapi system ideology,
social, politik tertancap terus sangat kuat.
Kolonialisme barat terhadap dunia Islan muncul
disebabkan beberapa paktor, paktor tersebut diantaranya adalah, paska kekalahan
umat Islam pada perang salib, munculnya repolusi industry di Ingris dan paling
mempengaruhi disebabkan dengan melemahnya persatuan negara-negara Islam pasca dinasti
Abasyiyah ditaklukan oleh tentara mongol di bawah komando Jendral Holagu Khan.
Setelah pengalami
pase-pase keterpurukan akibat kolialisme barat terhadap Negara-negara Islam,
pada kahirnya reaksi-reaksi perubahan dan perlawanan terhadap bentuk kolonialisme
ini mulai bermuculan dari Negara-nagara Islam. Mereka seperti gayug bersambut,
satu-satu persatu Negara-negara Islam melepaskan diri dari belenggu nominasi
dunia barat. Penderitaan dan keterpurukan inilah rupanya yang menjadi bibit
kekuatan yang besar dalam melawan kolonialisme ini. Pada puncak kulminasinya negara
berpenduduk mayoritas Muslim memproklamasikan kemerdekaan.
B.
Rumusan
Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat
diambil rumusan masalah sebagai berikut :
1.
Kapan munculnya kolonialisme
2.
Bagaimana kondisi dunia Islam sebelum
terjadiya kolonialisme Barat
3.
Bagaimana kondisi Negara Islam pasca
terjadinya kolonialisme Barat
4.
Bagaimana penyebab-penyebab terjadinya
kolonialisme
5.
Kapan munculnya kemeredekaan
Negara-negara Islam
C.
Tujuan
Dari rumusan masalah di atas, dapat
ditarik tujuan sebagai berikut :
1.
Mengetahui waktu kapan kemunculan
kolonialisme
2.
Mengetahui kondisi dunia Islam sebelum
mengalami penjajahan dari Negara-nagara Barat (eropa)
3.
Mengetahui epek-epek yang terjadi pasca
terjadinya kolonialisme/penjajahan yang dilancarkan oleh Negara-negara Barat
terhadap Negara-negara Islam
4.
Mengetahui penyeba-penyebab terjadinya
kolonialisme
5.
Mengetahui kemunculan / era Islam dalam
melawan bentuk-bentuk kolonialisme yang dilancarkan oleh dunia barat (eropa)
BAB
II
PEMBAHASAN
1.
KOLONIALISME
DAN LATAR BELAKANGNYA
Kolonialisme
adalah paham dan praktek penjajahan’ penguasaan oleh suatu negara atas negera
yang lain dengan maksud untuk memperluas negara. Pada umumnya kolonialisme ini
bertujuan untuk mencapai dominasi ekonomi atas sumber daya manusia dan
perdagangan disuatu wilayah, biasanya yang mereka tuju adalah Negara-negara
yang kaya akan bahan mentah untuk keperluan Negaranya
.
a.
Macam-macam
Kolonialisme
Secara teori,
kolonialisme bisa dibagi kepada beberapa
macam dianataranya :
1.
Kilonialisme domisili yaitu penduduk
suatu Negara menduduki daerah
koloni
(asimilasi pendudukan)
2.
Koloniaisme lebensraum yaitu terjadi
ledakan penduduk di Negara induk,
sehingga
sejumlah orang mencari ruang hidup di wilayah baru.
3.
Kolonialisme deportasi yaitu daerah
koloni digunakan untuk menempatkan
tahanan
politik.
4.
Kolonialisme skaploitasi yaitu daerah
koloni dieksploitasi sumber daya
alam
dan sumber daya manusianya untuk
keuntungan financial
5.
Kolonialisme defense yaitu, daerah
koloni berupa pulau-pulau untuk
kepentingan
pertahanan.
6.
Kolonilaisme netral yaitu pendudukan
suatu wilayah untuk tempat tinggal
tanpa
ada presentase lain.
Kolonialisme mulai berkembang sekitar abad ke-15 yang
diawali dengan adanya gejala pembaruan di Eropa di bidang ekonomi, politik,
sosial, maupun budaya dalam bentuk gerakan Renaisans dan Humanisme yang
berpikiran maju.
2.
DUNIA
BARAT DAN PERADABAN ISLAM
Sekitar
abad VII samapi X masehi, Islam mengalami perkembangan yang sangat pesat.
Meliputi wilayah yang luas, menguasai ilmu pengetahuan, perdaban dan kebudayaan
yang maju berdimensi rahmatan lil alamin.
Kejayaan Islam ini merupakan hasil perjuangan yang dirintis dan dipelopori oleh Rasulullah saw, beserta
para sahabatnya. Kemudian diteruskan oleh khulapaur
Ryasyidin, dinasti Umayyah, dinasti Abasyiyah.
Fakta
membuktikan hasil dari kesungguhan dari penerus khualafur Rasyidin telah
berhasil menyebarkan Islam sampai ke Eropa. Islam menjadi sumber cahaya terang
menderang ketika Eropa diliputi abad kegelapan. Islam pernah bersinar sebagai
peradaban yang paling maju di dunia, ketika dakwah bersatu dengan pengetahuan
dan kedamaian.
Eropa
dan Islam. Mereka pernah mejadi pasangan yang serasi. Peradaban Islamlah yang
memperkenalkan Eropa pada Aristoteles. Plato dan Socrates, serta akhirnya
meniupkan angin renaissance bagi
kemajuan Eropa saat ini. Cordoba, ibu kota kekhalifahan Islam di Sepanyol,
pernah mejadi pusat peradaban pengetahuan dunia, yang membuat Paris dan London beriri hati.
Puluhan
penulis Barat mengakui peranan peradaban Islam dalam peradaban manusia, Amelie
Sedillot (1808-1875), seorang ahli astronomi terkenal dari Perancis. Dia
mengatakan, “ keberadaan pemikiran Islam telah berperan dalam berbagai
perjalanan sejarah, baik itu pada masa-masa peperangan pertama ataupun pada
masa Perang Salib. Kita berutang kepada kaum Muslimin dan media ilmu
pengetahuan. Sedangkan kita sengaja melupakan kelebihan kaum Muslimin dan tidak
mau mengakui bahwa mereka mempunyai perdaban yang banyak mempengaruhi peradaban
modern. Perjalanan waktu, menganalisa dan membenarkan hal itu. Tidak dapat
dipungkiri bahwa kaum Muslimin dan masyarakat Arab adalah guru bangsa Eropa di
berbagai cabang ilmu pengetahuan.
Monseur O’leary
mengatakan, “seandainya kaum Muslimin dan masyarakat Arab dihilangkan dari
sejarah, niscaya kebangkitan Eropa akan mengalami kemunduran tiga sampai
Sembilan abad. Hingga akhir ke – 18, buku-buku karangan Ibnu Sina masih dikaji
di Universitas Montepellier di Prancis.”
Max
Mayerhof (1874-1945) mengatakan, “kaum Muslimin dan masyarakat Arab lebih
terhormat pengabdiannya dlam melakukan penelitian dan melahirkan teori. Inilah
ilmu pengetahuan yang nampak kepada kita sebagai keagungan kreativitas Islam. Kalau
bukan kaum Muslimin, niscaya Trigonometri tidak akan mencapai kemajuan seperti
sekarang ini.”
Bernard
Louis pung mengatakan, “ Eropa telah membawa agama campuran yang dipersembahkan
kepada kaum Muslimin dan masyarakat Arab. Mereka telah menghafal dan mengembangkan
peninggalan-peninggalan pemikiran dan ilmu pengetahuan yang diwarisi oleh
orang-orang Yunani. Dari kaum Muslimin dan masyarakat Arab pula orang-orang
Eropa belajar metode penelitian, yaitu metode yang mengarah kepada penelitian
mandiri dan juga eksperimen sebelum mengguakan rasio.”
3.
KOLONIALISME
BARAT KE DUNIA ISLAM
Masa-masa
kejayaan Islam yang telah berjalan beberapa abad lamanya, akhirnya mengalami
kemunduran hal ini merupakan sebuah bukti
kebenaran Allah dalam firmannya yang artinya “ Jika kamu (pada perang
Uhud) mendapat luka maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun ( pada perang Badar)
mendapat luka yang serupa. Dimana ( kejayaan dan kehancuran) itu Kami
pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) dan supaya Allah
membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya
sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) Syuhada. Dan Allah tidak menyukai
orang-orang yang Dzalim. (Q.S. Ali ‘Imran (3): 140).
Berbagai
krisis yang melanda dunia Islam, gejala-gejalanya telah Nampak sejak abad XI
Masehi. Salah satu factor penyebab kemunduran dunia Islam adalah pola
kolonialisme yang dilakukan oleh Negara-negara barat sebagai wujud dari balasan
dari rasa sakit hati yang selama ini mereka alami terutama pada saat Islam
berada pada pase keemasan, dimana saat itu Islamlah sebagai pusat pengendali berbagai
peradaban.
Dunia
Islam ditimur tengah yang diwakili dinasti Abbasyiyah mengalami Invasi dari
tentara Mongol setelah keadaannya lemah. Invasi tersebut di bawah komando
Jendral Holagu Khan. Pasukan tersebut memporak porandakan kota seluruh Baghdad
termasuk perpustakaan yang ada. Dengan perangai Bar-bar, pasukan tersebut
merajah kekayaan, membunuh masal, dan membakar buku-buku yang syarat ilmu
pengetahuan. Dinasti Umaiyah Andalusia di Cordova pun mengalami nasib yang
sama.
Potret
kemunduran dunia Islam semakin diperparah dengan adanya perang salib (the crusade ) perang salib merupakan
perang pasukan tentara Islam dengan pasukan tentara salib dieropa. Perang ini
terjadi hamper dua setengah abad lamanya. Motif peperangan tersebut adalah
membebaskan Yerusalem dari kekuasaan Islam Bani Saljuk, Turki Usmani. Pemicu
perang itu sendiri adalah adanya isu The Holy sepulcher akan dibakar oleh umat
Islam. Ditambah isu yang dibawa Peter Amiens bahwa para peziarah Kristen atau
Nasrani di Yerusalem banyak diganggu oleh Umat Islam.
Pola
kolonialisme barat yang semakin mencengkram berikutnya adalah bidang social
politik dan keagmaan. Kaum Nasrani sepanyol dan tentara Mongol sangat
berperilaku bar-bar. Pusat-pusat ilmu pengethuan berupa perpustakaan maupun
lembaga-lembaga pendidikan mereka porak-porandakan dan dibakar sampai punah.
Pada masa-masa seperti itu dunia Islam tidak dapat melahirkan pemikir-pemikir
yang kritis. Cordoba dan Baghdad yang semula menjadi pusat peradaban dan ilmu
pengetahuan mejadi kota mati. Sedikit demi sedikit ilmu pengetahuan beralih ke
kota-kota besar di Eropa.
Para
kolonialis Barat mengkalim dirinya sebagai pemangku kehormatan dan ilmu
pengetahuan dengan semua itu. Yang ada hanyalah kolonialisme. Sebagai mana yang
dikatakan oleh wellvangestone dalam sebuah bukunya, “ sesunguhnya akhir dari
eksplorasi geografis ini adalah awal dari langkah kristenisasi. Karena
sebenarnya, yang berdiri di belakang ekspedisi ini adalah misionaris”.
Yang
jelas, para penjelajah dari Barat (Portugal dan Sepanyol) tersebut adalah
sebagai pemantau bagi gerakan pengepungan, yang dimuali oleh kolonialisme Barat
setelah mengusir kaum Muslimin dan bangsa Arab dari sepanyol. Semuanya itu
berutujuan nuntuk mengepung dan mengusai dunia Islam dari belakang.
4.
USAHA
KEMERDEKAAN NEGARA ISLAM
Munculnya
gagasan nasionalisme yang diikuti dengan berdirinya partai-partai politik
merupakan modal utam umat Islam dalam perjuangannya untuk mewujudkan negara
merdeka. Dalam kenyataannya, partai-partai itulah yang berjuang melepaskan diri
dari kekuasaan penjajah. Perjuangan tersebut terwujud dalam beberapa bentuk
kegiatan antara lain
a. gerakan
politik, baik dalam bentuk diplomasi maupun perjuangan bersenjata
b. pendidikan
dan propaganda dalam rangka mempersiapkan masyarakat
menyambut dan mengisi kemerdekaan.
Negara
berpenduduk mayoritas Muslim yang pertama memproklamasikan kemerdekaan adalah
Indonesia, yaitu tanggal 17 Agustus tahun 1945 M. Disusul oleh Pakistan tanggal
15 Agustus 1947, ketika Ingrris menyerahkan kedaulatannya di India kepada dua
Dewan Konstitusi. Satu untuk India dan satunya untuk Pakistan.Tahun 1922, Timur
Tengah (Mesir) memperoleh kemerdekaan dari Ingris, namun pada tanggal 23 Juli
1952, Mesir menganggap dirinya benar-benar merdeka. Pada tahun 1951, di Afrika
tepatnya Libya merdeka, Sudan dan Maroko tahun 1956, al-Jazair tahun 1962, semuanya membebaskan diri dari Prancis. Dalam
waktu yang hampir bersamaan, Yaman Utara, Yaman Selatan, dan Emirat Arab memperoleh
kemerdekaan pula. Di Asia tenggara Malaysia, yang saat itu termasuk Singapura
mendapat kemerdekaan dari Ingris tahun 1957, dan Brunai Darusslam tahun 1984.
Demikianlah
satu persatu negeri-negeri Islam memerdekakan diri dari penjajahan. Bahkan,
beberapa diantaranya baru mendapat kemerdekaan pada tahun-tahun terakhir,
seperti Negara Islam yang dulunya bersatu dalam Uni Soviet, yaitu Uzbekistan,
Turkmenia, Kirghistan, kazakhtan, Tasjikistan dan Azerbaijan pada tahun 1992
dan Bosnia memerdekakan diri pada tahun 1992 (Yatim, 2003:187-189)
1.
DAMPAK KOLONIALISME TERHADAP
NEGARA ISLAM
Negara-negara yang pernah dijajah
kolonialisme barat hampir memiliki kesamaan dan kondisi masyarakat yang
terkooptasi westernisasi. Ini adalah kontrakdiksi yang hanya didominasi oleh
sebuah kecurigaan yang sifatnya politis-ideologis, dimana barat selalu
mengklaim dirinya sebagai sebuah peradaban yang superior, sementara timur
dianggap sebagai inferior. Peredaban timur yang mengalami kolonialisme barat,
cenderung mempunyai beban psikologi untuk selalu “ Curiga” terhadap segala hal
yang berbau barat.
Kecurigaan ini bukan dalam
pengertian yang sesungguhnya, sehingga kesadaran yang timbul adalah adopsi
bawah sadar. Dominasi kesadaran tersebut dapat dipersempit lagi dengan
menyederhanakan kolonialisme sebagai suatu proyek moderniasasi peradaban.
Peradaban barat memunculkan permasalahan yang paling puritan dan krusial
peradaban timur khususnya Islam, yaitu :
Berupa problem dengan munculnya sepiritualitas baru
yang cenderung berbeda dengan peradaban timur yang berupa kesadaran kognitif
oleh barat melalui penciptaan citra timur secara negative.
Tahapan selanjutnya, kolonialisme
ini memunculkan perubahan tatanan dalam masyarakat timur yang cenderung berpola
dalam bentuk dominasi baru, yaitu kesadaran yang didominasi barat atas timur.
Mereka secara perlahan menanamkan sebuah kehidupan yang lebih baik dalam bentuk
kesadaran mayarakat modern dengan representasi
masyarakat Eropa modern.
Kolonialisme
yang diterapkan oleh Barat terutama di Negara-negara Islam, pada hakikatnya
adalah ingin menancapkan kuku-kuku keserakahan yang diwujudkan dengan
menanamkan ideologi-ideologi yang betentangan dengan daerah jajahanya. Hal ini
jelas Islam sangat menentang keras pola-pola kolonialisme yang menjadi ciri dan
kebanggaan bangsa Barat, terutama paca perang salib.
BAB II
KESIMPULAN
1. Kolonialisme
adalah paham dan praktek penjajahan’ penguasaan oleh suatu negara atas negera
yang lain dengan maksud untuk memperluas negara.
2. Kolonialisme mulai berkembang sekitar abad ke-15 yang
diawali dengan adanya gejala pembaruan di Eropa di bidang ekonomi, politik,
sosial, maupun budaya dalam bentuk gerakan Renaisans dan Humanisme yang
berpikiran maju.
3.
Eropa dan Islam. Mereka pernah mejadi
pasangan yang serasi. Peradaban Islamlah yang memperkenalkan Eropa pada
Aristoteles. Plato dan Socrates, serta akhirnya meniupkan angin renaissance bagi kemajuan Eropa saat
ini. Cordoba, ibu kota kekhalifahan Islam di Sepanyol, pernah mejadi pusat
peradaban pengetahuan dunia, yang membuat Paris dan London beriri hati.
4.
Dari kaum Muslimin dan masyarakat Arab
orang-orang Eropa belajar metode penelitian, yaitu metode yang mengarah kepada
penelitian mandiri dan juga eksperimen sebelum mengguakan rasio.”
5. Para
penjelajah dari Barat (Portugal dan Sepanyol) adalah sebagai pemantau bagi
gerakan pengepungan, yang dimulai oleh kolonialisme Barat setelah mengusir kaum
Muslimin dan bangsa Arab dari sepanyol. Semuanya itu berutujuan nuntuk
mengepung dan mengusai dunia Islam dari belakang.
6.
Negara berpenduduk mayoritas Muslim yang
pertama memproklamasikan kemerdekaan adalah Indonesia, yaitu tanggal 17 Agustus
tahun 1945 M. Disusul oleh Pakistan tanggal 15 Agustus 1947, ketika Ingrris
menyerahkan kedaulatannya di India kepada dua Dewan Konstitusi. Satu untuk
India dan satunya untuk Pakistan.Tahun 1922, Timur Tengah (Mesir) memperoleh
kemerdekaan dari Ingris, namun pada tanggal 23 Juli 1952, Mesir menganggap
dirinya benar-benar merdeka. Pada tahun 1951, di Afrika tepatnya Libya merdeka,
Sudan dan Maroko tahun 1956, al-Jazair tahun 1962, semuanya membebaskan diri dari Prancis. Dalam
waktu yang hampir bersamaan, Yaman Utara, Yaman Selatan, dan Emirat Arab
memperoleh kemerdekaan pula. Di Asia tenggara Malaysia, yang saat itu termasuk
Singapura mendapat kemerdekaan dari Ingris tahun 1957, dan Brunai Darusslam
tahun 1984.
7.
Kolonialisme yang diterapkan oleh Barat
terutama di Negara-negara Islam, pada hakikatnya adalah ingin menancapkan
kuku-kuku keserakahan yang diwujudkan dengan menanamkan ideologi-ideologi yang
betentangan dengan daerah jajahanya. Hal ini jelas Islam sangat menentang keras
pola-pola kolonialisme yang menjadi ciri dan kebanggaan bangsa Barat, terutama
paca perang salib.
DAFTAR PUSTAKA
1. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edis
baru 2009
2.
Internet
3.
Rais
Hanum (99 Cahaya dilangit Eropa) perjalanan menapak Jejak Islam di
Eropa. Jakarta, 2011
4.
Al-Islam
dan Kemuhammadiyahan kelas X semester 1. Jakart 15 April 2008
5. Anwar Al-Jundi (Menjawab Tuduhan
Musuh-musuh Islam) Jakarta, 16 April 2009